PERAWATAN LUKA KANKER

Oleh; Ners, I Made Sukma Wijaya, S.Kep,CWCC

PENDAHULUAN

Cartoon cancer, availabel from; URL http://i2.photobucket.com/albums/y23/drsanity/allie11.jpg

Kanker adalah pertumbuhan sel yang tidak normal yang menyerang organ dengan cepat sehingga fungsinya hancur dan menyebabkan kematian. Kanker menjadi salah satu penyakit yang paling ditakuti masyarakat, apalagi kanker yang sudah metastase dan menimbulkan luka kanker. Kanker dapat disebabkan oleh berbagai hal seperti pola hidup yang tidak sehat dan juga faktor genetik dan lingkungan. Pada era globalisasi inilah kasus penyakit kanker kian meningkat akibat pola hidup dan lingkungan yang tidak sehat.

Beberapa dekade ini penyakit kanker semakin meningkat. Negara Indonesia dan beberapa Negara di dunia tiap tahun kasus kanker terus meningkat, mulai dari yang tertinggi kanker payudara, kanker leher rahim (serviks), kanker paru, kanker usus besar (kolorektal), kanker prostat, kanker darah, kanker tulang, kanker hati, kanker kulit. Setidaknya di dunia ada lebih dari 100 jenis kanker Menurut WHO dan Bank Dunia memperkirakan setiap tahun, 12 juta orang di seluruh dunia menderita kanker dan 7,6 juta di antaranya meninggal dunia (4).

Berdasarkan data Riskesdas, 2007, menurut Prof. Tjandra Yoga, di Indonesia rasio tumor atau kanker adalah 4,3 per 1000 penduduk (4). Kanker merupakan penyebab kematian nomor 7 (5,7%) setelah stroke, TB, hipertensi, cedera, perinatal dan Diabetes Melitus. Sedangkan berdasarkan data Sistem Informasi Rumah Sakit (SIRS) tahun 2007, kanker payudara menempati urutan pertama pada pasien rawat inap di seluruh RS di Indonesia (16,85%), disusul kanker leher rahim (11,78%) (4,5).

Menurut Dowsett (2002) menyatakan perkiraannya antara 5-10% pada pasien yang mengalami metastase kanker akan mengalami luka kanker (1). Sedangkan menurut Schwartz (1995) dalam Schiech (2002) melaporkan jumlah luka kanker 9% dari jumlah pasien kanker. Luka kanker memiliki karakteristik antara lain; sulit sembuh, banyak slough dan nekrotik, mudah berdarah, sangat bau, banyak eksudat, infeksius, pingggiran luka mudah teriritasi. Melihat karakteristik luka kanker maka banyak pasien kanker yang minder (malu) jika mendapatkan luka kanker. Oleh karena itu, banyak pasien kanker yang menutup diri dan tidak mau bersosialisasi dengan lingkungan sekitarnya. Sehingga kualitas hidup pasien kanker juga terganggu.

Peran tenaga kesehatan dalam mengatasi luka kanker dan meningkatkan kualitas hidup pasien kanker sangatlah penting. Khususnya perawat sebagai salah satu tenaga kesehatan mempunyai peran penting menggunakan pengetahuan dan keterampilannya untuk merawat luka kanker dan memberikan dukungan psikologis dalam membantu meningkatkan kualitas hidup pasien. Seorang perawat professional akan mampu memberikan kenyamanan pada perawatan luka kanker dan mampu melakukan kolaborasi dengan tenaga kesehatan lainnya untuk meningkatkan kualitas hidup pasien kanker.

PENGERTIAN

Luka kanker atau dikenal sebagai Fungating wound merupakan kerusakan integritas kulit yang disebabkan oleh infiltrasi sel maligna. Luka kanker adalah salah satu luka kronik yang berhubungan dengan kanker stadium lanjut (11,2,7). Luka kanker terjadi ketika kanker yang tumbuh dibawah kulit merusak lapisan kulit sehingga terbentuk luka. Seperti pertumbuhan kanker, luka kanker juga akan menyebabkan penghambatan dan merusak pembuluh darah tipis, dimana daerah tersebut kekurangan oksigen. Hal ini akan menyebabkan kulit dan jaringan menjadi mati (nekrosis). Selain jaringan menjadi nekrosis, bakteri atau kuman juga akan mudah menginfeksi luka sehingga luka akan berbau. Luka kanker akan terlihat seperti jamur atau cauliflower, maka dari itu luka kanker sering disebut fungating wound (1,26).  Daerah sekitar luka kanker juga kemungkinan terjadi ulcerasi akibat cairan luka yang begitu banyak. Luka kanker dapat berkembang pada daerah tempat kanker itu muncul pertama kali (primer), atau ketika kanker telah metastase ke bagian tubuh yang lain (sekunder).Pada gambar 1 dapat dilihat luka kanker payudara.

Gambar 1. Luka Kanker Payudara

TANDA DAN GEJALA

Gejala umum pada luka kanker, antara lain (3,6);

  1. Eksudat banyak
  2. Bau tidak sedap
  3. nyeri
  4. mudah berdarah
  5. Gatal-gatal
  6. Ekskoriasi kulit sekitar luka
  7. infeksi lokal

PATOFISIOLOGI

Sel kanker akantumbuh terus menerus dan sulit untuk dikendalikan. Sel kanker dapat menyebar melalui aliran pembuluh darah dan permeabilitas kapiler akan terganggu sehingga sel kanker dapat berkembang pada jaringan kulit . Sel kanker tersebut akan terus menginfiltrasi jaringan kulit, menghambat dan merusak pembuluh darah kapiler yang mensuplai darah ke jaringan kulit. Akibatnya jaringan dan lapisan kulit akan mati (nekrosis) kemudian timbul luka kanker.Infiltrasi sel kanker dapat dilihat pada gambar 2.

Gambar 2. Luka Kanker (3)

Jaringan nekrosis merupakan media yang baik untuk pertumbuhan bakteri, baik yang bakteri aerob atau anaerob. Bakteri tersebut akan menginfeksi dasar luka kanker sehingga menimbulkan bau yang tidak sedap. Selain itu, sel kanker dan proses infeksi itu sendiri akan merusak permeabilitas kapiler kemudian menimbulkan cairan luka (eksudat) yang banyak.  Cairan yang banyak dapat menimbulkan iritasi sekitar luka dan juga gatal-gatal. Pada jaringan yang rusak dan terjadi infeksi akan merangsang pengeluaran reseptor nyeri sebagai respon tubuh secara fisiologis akibatnya timbul gejala nyeri yang hebat. Sel kanker itu sendiri juga merupakan sel  imatur yang bersifat rapuh dan merusak pembuluh darah kapiler yang menyebabkan  mudah perdarahan.

Adanya luka kanker, bau yang tidak sedap dan cairan yang banyak keluar akan menyebabkan masalah psikologis pada pasien. Akhirnya, pasien cenderung merasa rendah diri, mudah marah/tersinggung, menarik diri dan membatasi kegiatannya. Hal tersebut yang akan menurunkan kualitas hidup pasien kanker. Maka dari itu peran tenaga kesehatan khususnya perawat dapat memberikan pelayanan terbaik dalam perawatan luka pasien kanker.

PENATALAKSANAAN

Kanker merupakan penyebab dasar dari luka kanker sehingga tindakan medis yang dilakukan ditujukan untuk mengurangi tumor dan juga mengurangi ukuran luka kanker dan mengatasi gejala yang muncul. Penatalaksanaan akan tergantung pada jenis kanker, bagian tubuh yang dipengaruhi dan bagaiman perkembangan kanker lebih lanjut. Tindakan medis yang umum, antara lain; radioterapi, kemoterapi, terapi hormonal dan pembedahan (6).

  • Radioterapi; menggunakan high-energy rays yang dapat menghancurkan sel kanker. Dapat membantu menyusutkan tumor dan mengeringkan cairan luka yang banyak. Efek sampingnya akan menimbulkan kemerahan sekitar kulit dan menjadi kering. Gejala tersebut akan hilang setelah beberapa minggu .
  • Kemoterapi; menggunakan obat anti kanker untuk menghancurkan sel kanker. Membantu mengurangi ukuran tumor yang menyebabkan luka dan mengurangi beberapa gejala.
  • Terapi hormonal; mempengaruhi produksi beberapa hormonal penyebab kanker, atau menghambat kerja dari hormonal dan membantu memperlambat pertumbuhan kanker. Terapi ini juga dapat memperbaiki beberapa gejala.
  • Pembedahan; tergantung ukuran dan posisi tumor, kemungkinan dapat dipindahkan atau tidak, dapat diambil sebagian atau keseluruhannya dengan pembedahan. Berisiko terjadinya perdarahan karena sel kanker sering menyebabkan kerusakan pembuluh darah. Oleh karena itu pembedahan memerlukan persiapan yang matang dari tim medis.

Manajemen perawatan pasien dengan luka kanker di fokuskan terutama untuk mengendalikan gejala yang timbul dan mendukung psikologis dari pasien kanker. Saat ini, teknik konvensional dalam perawatan luka kanker yang menggunakan kompres NaCl 0,9% sudah mulai ditinggalkan. Perkembangan terbaru perawatan luka menggunakan teknik modern dressing yang dapat menciptakan lingkungan luka yang lembab sehingga dapat membantu proses penyembuhan luka. Pada gambar 3 dapat dilihat bahan balutan modern (modern dressing). Metode TIME (Tissue management, Infection control, Moist balance, dan Edge advancement) dapat digunakan pada perawatan luka kanker, hanya saja seorang perawat profesional harus lebih teliti dan hati-hati terutama dalam manajemen jaringan luka kanker. Manajemen jaringan luka dapat dilakukan dengan cara pembedahan, CSWD, dan autolitik debridement untuk dapat menghilangkan slough dan jaringan nekrotik pada luka. Khusus pada perawatan luka kanker, perawat hanya dapat melakukan  manajemen jaringan  dengan autolitik debridment, karena CSWD akan menyebabkan risiko perdarahan dan begitu juga pembedahan yang memerlukan persiapan khusus di kamar operasi .

Berikut beberapa tindakan yang dapat dilakukan perawat untuk mengendalikan gejala dalam perawatan luka kanker;

  • Eksudat yang berlebihan; dapat digunakan balutan yang menyerap eksudat banyak seperti hidroselulosa (Aquacel), foam, gammge dan lainnya. Usahakan balutanyang digunakan tidak melekat pada luka untuk menghindari perdarahan ketika membuka balutan. Eksudat juga akan menyebabkan kulit sekitar luka lecet, untuk itu dapat digunakan film barrier atau cream (zink cream atau metcovazin cream dll).
  • Bau tidak sedap; ditimbulkan akibat infeksi bakteri. Balutan yang dapat digunakan adalah yang mengandung silver yang dapat mengurangi pertumbuhan bakteri, dan efektif mengontrol bau. Charcoal dressing (Carboflex dll) juga dapat digunakan untuk mengontrol bau. Jika bahan yang digunakan terlalu mahal maka dapat digunakan metode alami menggunakan madu asli atau pasta gula yang dapat mencegah pertumbuhan bakteri (6). Penggunakan aromaterapi untuk lingkungan sekitar juga dapat membantu mengendalikan bau tidak sedap dan dapat meningkatkan kenyamanan pasien.
  • Nyeri; disebabkan kerusakan saraf akibat kanker atau akibat dressing yang melekat pada kulit. Obat anti nyeri/ analgetik dapat diberikan sebelum perawatan dan memilih balutan yang tidak lengket pada luka akan membantu mengurangi nyeri pada pasien luka kanker.
  • Perdarahan; diakibatkan oleh sel kanker yang merusak pembuluh darah kapiler. Memilih balutan/dressing yang tidak melekat pada luka akan mengurangi resiko perdarahan ketika membuka balutan. Selain itu juga dapat digunakan balutan yang mengandung kalsium alginat (kaltostat, suprasorb A, seasorb dll) yang dapat menghentikan perdarahan minor. Jika perdarahan tidak berhenti maka dapat digunakan adrenalin dan tekan lembut pada daerah yang perdarahan
  • Gatal; disebakan oleh kulit yang meregang dan ujung saraf yang teriritasi oleh kanker. Dapat diberikan anti histamin, TENS machine ( membantu merangsang otak mengeluarkan endorphin/painkiller), menggunakan lembaran hidrogel untuk menghidrasi kulit dan krim mentol (6).

Gambar 3. Bahan Balutan Modern

DAFTAR PUSTAKA

  1. Bryant RA, Nix DP. Acute and chronic wound; current management concepts. 3th ed. St Louis:Mosby Elsevier; 2007.p.487-481
  2. Carville K. Wound care: manual. 5th ed. Osborne Park:Silver Chain Foundation; 2007.p. 126-117
  3. CliniMed. Fungating wounds. [Online]. 2010 [cited 2010 December 14]. Availabel from; URL http://www.clinimed.co.uk/wound-care/education/indication-classification/fungating-wound.aspx
  4. Gustia I.  Penyebab kanker orang indonesia. [Online]. 2010 [cited 2010 December 14]. Availabel from; URLhttp://www.detikhealth.com/read/2010/04/26/123804/1345485/763/penyebab-kanker-orang-indonesia
  5. Indarini N. Awas! 84 Juta Orang Bisa Meninggal Akibat Kanker Pada 2020. [Online]. 2008 [cited 2010 December 14]. Availabel from; URL http://www.detiknews.com/read/2008/02/23/122320/898763/10/awas-84-juta-orang-bisa-meninggal-akibat-kanker-pada-2020
  6. Macmilan Cancer Support. Fungating cancer wounds. [Online]. 2009 [cited 2010 December 14]. Availabel from; URL http://www.macmillan.org.uk/Cancerinformation/Livingwithandaftercancer/Symptomssideeffects/Othersymptomssideeffects/Fungatingwounds.aspx
  7. Tanjung D, Nurachmah E, Handiyani H. 2007. Perbedaan efektifitas perawatan luka menggunakan madu dengan metronidazole terhadap tingkat malodor dan jumlah eksudat luka malignan di RS X. Jurnal Keperawatan Indonesia. 11 (2): 54-58

Kanker adalah pertumbuhan sel yang tidak normal yang menyerang organ dengan cepat sehingga fungsinya hancur dan menyebabkan kematian. Kanker menjadi salah satu penyakit yang paling ditakuti masyarakat, apalagi kanker yang sudah metastase dan menimbulkan luka kanker. Kanker dapat disebabkan oleh berbagai hal seperti pola hidup yang tidak sehat dan juga faktor genetik dan lingkungan.

Beberapa dekade ini penyakit kanker semakin meningkat. Negara Indonesia dan beberapa Negara di dunia tiap tahun kasus kanker terus meningkat, mulai dari yang tertinggi kanker payudara, kanker leher rahim (serviks), kanker paru, kanker usus besar (kolorektal), kanker prostat, kanker darah, kanker tulang, kanker hati, kanker kulit. Setidaknya di dunia ada lebih dari 100 jenis kanker Menurut WHO dan Bank Dunia memperkirakan setiap tahun, 12 juta orang di seluruh dunia menderita kanker dan 7,6 juta di antaranya meninggal dunia (Gustia, 2010).

Berdasarkan data Riskesdas, 2007, menurut Prof. Tjandra Yoga, di Indonesia rasio tumor atau kanker adalah 4,3 per 1000 penduduk. Kanker merupakan penyebab kematian nomor 7 (5,7%) setelah stroke, TB, hipertensi, cedera, perinatal dan Diabetes Melitus. Sedangkan berdasarkan data Sistem Informasi Rumah Sakit (SIRS) tahun 2007, kanker payudara menempati urutan pertama pada pasien rawat inap di seluruh RS di Indonesia (16,85%), disusul kanker leher rahim (11,78%) (Gustia, 2010).

Menurut Dowsett (2002) dalam Bryant dan Nix (2007) menyatakan perkiraannya antara 5-10% pada pasien yang mengalami metastase kanker akan mengalami luka kanker. Sedangkan menurut Schwartz (1995) dalam Schiech (2002)melaporkan jumlah luka kanker 9% dari jumlah pasien kanker. Luka kanker memiliki karakteristik antara lain; sulit sembuh, banyak slough dan nekrotik, mudah berdarah, sangat bau, banyak eksudat, infeksius, pingggiran luka mudah teriritasi. Melihat karakteristik luka kanker maka banyak pasien kanker yang minder (malu) jika mendapatkan luka kanker. Oleh karena itu, banyak pasien kanker yang menutup diri dan tidak mau bersosialisasi dengan lingkungan sekitarnya. Sehingga kualitas hidup pasien kanker juga terganggu.

Peran tenaga kesehatan dalam mengatasi luka kanker dan meningkatkan kualitas hidup pasien kanker sangatlah penting. Khususnya perawat sebagai salah satu tenaga kesehatan mempunyai peran penting menggunakan pengetahuan dan keterampilannya untuk merawat luka kanker dan memberikan dukungan psikologis dalam membantu meningkatkan kualitas hidup pasien. Seorang perawat professional akan mampu memberikan kenyamanan pada perawatan luka kanker dan mampu melakukan kolaborasi dengan tenaga kesehatan lainnya untuk meningkatkan kualitas hidup pasien kanker

About dharmamuliacare

Praktek Perawat Spesialis Perawatan Luka Please contact us, if you have a problem about wound Jln. Gunung Agung No. 166 Denpasar-Bali View all posts by dharmamuliacare

One response to “PERAWATAN LUKA KANKER

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: