Filosofi Tri Hita Karana dan Tat Twam Asi serta Permenkes Nomor 148 Tahun 2010 sebagai Landasan Praktik Mandiri Perawat

“Semoga di hari ini, siapapun yang membaca dalam keadaan sehat dan berbahagia, amin”
PERAWAT, ini salah satu kata yang dulu tidak pernah saya mengenalnya. Tetapi setelah mengenalnya dan menjalaninya selama hampir 10 tahun, saya sangat mencintai profesi ini. Profesi ini begitu mulia dan salah satu profesi kesehatan yang sangat membantu masyarakat. Tidak cukup hanya satu profesi yang bisa menyelesaikan permasalahan kesehatan bagi pasien tetapi diperlukan “teamwork” atau kerjasama antar berbagai multidisplin ilmu. Membaca salah satu blog mengenai praktik mandiri secara tidak langsung ketika saya menyelesaikan tugas etika dan hukum keperawatan dengan penuh komentar negatif walaupun diantaranya ada komentar positif menjadikan tantangan tersendiri bagi saya khususnya dan perawat pada umumnya untuk menunjukkan jati diri profesi perawat. Memang beberapa kritikan pedas dan beberapa kata-kata yang tidak layak di komentar akan membuat emosi, tetapi selayaknya janganlah membalas dengan emosi melainkan ketenangan. Kami yakin dan seyakinnya dalam kepercayaan kami ada salah satu filosofi kehidupan tentang “KARMA” atau Hukum sebab akibat yang sering disampaikan oleh orang tua kita bahwa “Jika benih yang ditanam adalah benih kebaikan maka yang dipanen adalah bunga kebaikan dan begitu sebaliknya”.

Sekilas, saya akan menyampaikan beberapa filosofi yang mendasari kami dalam melakukan praktik keperawatan yang tidak jauh beda dengan filosofi yang ada sesuai dengan kebudayaan kami di Bali. Pertama konsep yang mendasari kami adalah TRI HITA KARANA. Filsafat Tri Hita Karana, yang berarti tiga penyebab keharmonisan, kebahagiaan dan kesejahteraan hidup yang terdiri dari (1) Parahyangan berarti hubungan baik antara Sang Maha Pencipta (Tuhan) dan mahluk ciptaannya, (2) Pawongan berarti hubungan baik antara manusia dengan manusia, (3) Palemahan berarti hubungan baik antara manusia dengan lingkungan. Konsep Tri Hita Karana bersifat sangat fleksibel dan dapat diterapkan dalam berbagai keberagaman. Selain itu Konsep Tri Hita Karana juga bersifat universal dan mendorong manusia untuk selalu mendapatkan keseimbangan hidup lewat membina hubungan yang baik di ketiga aspek kehidupan (Tuhan, mahluk ciptaan, dan alam semesta). Kemudian konsep kedua filsafat TAT TWAM ASI, yang memiliki arti aku adalah kamu/kita (manusia) seyogyanya sama, baik yang menciptakan maupun yang menjiwai kita (roh). Konsep filsafat Tat Twam Asi ini bahwa kita tidak akan pernah berpikir untuk membedakan-bedakan individu manapun (suku, agama, ras, warna kulit). Perbedaan itu bukanlah alasan untuk terpecah, sama halnya dengan profesi kesehatan yang ada saat ini. Konsep Tat Twam Asi juga mengajarkan kita bahwa semua mahluk memiliki hak yang sama untuk bisa hidup berdampingan satu sama lain.

Kedua konsep tersebut sangat mempengaruhi kami dalam bekerja menjalankan praktik keperawatan. Hal tersebut juga menciptakan motto kami dalam memberikan pelayanan keperawatan dengan cinta kasih dan spiritualitas. Konsep tersebut melandasi semangat kami untuk dapat melakukan perawatan yang terbaik bagi pasien kami rawat khususnya dalam perawatan luka, stoma dan inkontinensia. Pada intinya konsep ini mengajarkan keharmonisan dan cinta kasih, “kau adalah aku”, jika kau menyakiti aku maka sama dengan kau menyakiti diri sendiri. Kurang lebih seperti itulah filosofi kami dalam melakukan perawatan di praktik perawat yang kami jalani saat ini. Merawat pasien adalah sama seperti kita merawat diri kita sendiri ataupun merawat keluarga kita sendiri. Kita semua sama dimata TUHAN, kita semua manusia yang dibekali dengan ahklak, pikiran dan lainnya. Untuk itu, jangan sampai perbedaan di antar profesi kesehatan menjadi celah untuk saling menghujat dan menjatuhkan. Perbedaan inilah yang indah dimana kita bisa bekerjasama saling membantu untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Bukan dengan rasa EGO yang mendominasi menjadi yang terbaik untuk diri sendiri.

Akan tetapi tidak semua orang berpikir seperti ini, selama beberapa jam membaca blog tersebut ternyata banyak orang memiliki persepsi yang sempit mengenai dunia keperawatan. Mudah-mudahan suatu saat nanti ketika orang tersebut sakit dan menjalani perawatan di rumah sakit baru akan menyadari semua profesi kesehatan penting tidak ada yang lebih mendominasi yang paling bagus atau apapun itu dan bisa melihat bagaimana kunci peran penting seorang PERAWAT. Semua tujuannya adalah bagaimana cara untuk merawat dan memberikan kesembuhan pada orang yang menderita penyakit. Sampai saat ini, kami di praktik mandiri ini tetap bekerjasama dengan dokter umum, dokter spesialis, fisioterapi, ahli gizi dan lainnya. Selama kerjasama kami tidak mengalami kendala apapun bahkan kami saling mendukung dan membantu untuk mencapai kesembuhan pasien karena pada intinya kita saling menghormati, saling menghargai dan selalu tetap komunikasi untuk kesembuhan pasien yang kami rawat bersama.

Melihat fenomena yang ada dan beberapa kritik-kritik yang ada tentang praktik mandiri keperawatan, saya berusaha sedikit mengulas kembali tentang peraturan yang dikeluarkan pemerintah tentang izin dan penyelenggaraan praktek keperawatan yang saat ini menjadi dasar kami untuk berdiri. Saat ini praktek mandiri keperawatan juga sudah berkembang dengan pesat dan hampir diseluruh Indonesia sudah berdiri praktik keperawatan yang telah memenuhi syarat dan ketentuan dari Permenkes No. 148 tahun 2010 yang mendapatkan SIPP (Surat Ijin Praktek Perawat). Khususnya di Bali sudah banyak berdiri praktek mandiri perawat yang tersebar diseluruh kabupaten. Uraian singkat ini mudah-mudahan dapat mengingatkan kita kembali tentang penyelenggaraan praktek dan memberikan semangat bagi rekan sejawat yang akan merintis praktek mandiri keperawatan.

13

Gambar 1. Tempat praktek mandiri perawat berkelompok/bersama kami di Denpasar-Bali

Peraturan Menteri Kesehatan republic Indonesia Nomor. HK.02.02/MENKES/148/I/2010 tentang izin dan penyelenggaraan praktik perawat. Permenkes ini dikeluarkan menimbang dari pasal 23 ayat (50 Undang-Undang No. 36 Tahun 2009 tentang kesehatan. Dalam peraturan menteri yang dimaksud perawat dan bagaimana ketentuan umum praktik perawat terdapat pada BAB I Ketentuan Umum Pasal 1 sebagai berikut (beberapa poin penting saja saya kutip):

“1. Perawat adalah seseorang yang telah lulus pendidikan perawat baik di dalam maupun luar negeri sesuai dengan peraturan perundang-undangan”
“3. Surat Izin Praktik Perawat yang selanjutnya disingkat SIPP adalah bukti tertulis yang diberikan kepada perawat untuk melakukan praktik keperawatan secara perorangan dan atau berkelompok”
“4. Standar adalah pedoman yang harus dipergunakan sebagai petunjuk dalam menjalankan profesi yang meliputi standar pelayanan, standar profesi dan satndar prosedur operasional”
“6. Obat bebas adalah obat yang berlogo bulatan berwarna hijau yang dapat diperoleh tanpa resep dokter”
“7. Obat bebas terbatas adalah obat yang berlogo bulatan berwarna biru yang dapat diperoleh tanpa resep dokter”

Sesuai ketentuan peraturan tersebut. Kita perawat dapat mendirikan praktik mandiri perawat dan memberikan pelayanan sesuai standard dan ketentuan yang berlaku. Dalam pasal ini juga mengatur bahwa perawat dapat memberikan obat bebas (bulatan hijau) dan bebas terbatas (bulatan biru). Tapi di praktik keperawatan kami, pemberian terapi berupa obat yang dikonsumsi per oral (melalui mulut) tidak kami berikan, kami hanya memberikan balutan-balutan luka atau topikal terapi yang sudah sesuai dengan kompetensi yang kita miliki sebagai perawat spesialis luka sesuai standar di Indonesia dan World Council Enterostomal Therapy Nursing (WCETN). Jika kami memerlukan terapi atau obat-obatan per oral maka kami bekerjasama dengan dokter umum maupun dokter spesialis sesuai dengan kewenangan dan kebutuhan pasien. Bagaiamana menurut Anda, pasti indah jika kita bisa bekerjasama untuk kesembuhan pasien yang kita rawat.

Berikut Pada BAB II Perizinan pasal 2 menyatakan bahwa;

“Perawat dapat menjalankan praktik keperawatan pada fasilitas pelayanan kesehatan meliputi fasilitas pelayanan kesehatan di luar praktik mandiri dan atau praktik mandiri.
Perawat yang menjalankan praktik mandiri minimal berpendidikan Diploma III (D III) Keperawatan”.

Pasal ini, memberikan informasi pada kita dapat menjalankan praktik di fasilitas pelayanan kesehatan dan minimal syarat pendidikan perawat menjalankan praktik mandi perawat adalah D III Keperawatan. Pada pasal 3, 4 dan 5 akan dibahas kewajiban perawat memiliki SIPP dan persyaratannya untuk menjalankan praktik mandiri perawat. Syarat SIPP yang diwajibkan perawat yang akan menjalankan praktik mandiri perawat, sebagai berikut;

“Pasal 5; untuk memperoleh SIPP, perawat harus mengajukan permohonan kepada pemerintah daerah Kabupaten/Kota dengan melampirkan;
a.Fotokopi Surat Tanda registrasi (STR) yang masih berlaku dan dilegalisir
b.Surat keterangan sehat fisik dari dokter yang memiliki Surat Izin Praktik
c.Surat pernyataan memiliki tempat praktik
d.Pas foto berwarna terbaru ukuran 4×6 cm sebanyak 3 (tiga) lembar
e.Rekomendasi dari organisasi profesi (PPNI daerah)
Pengajuan ini hanya pada satu tempat praktik”

Praktik mandiri perawat saat ini juga diperbolehkan memasang papan praktek yang sebelumnya tidak ada pada Permenkes 1239 Tahun 2001 tentang registrasi dan praktik perawat. Pada pasal 6 menyebutkan bahwa “Dalam menjalankan praktik mandiri, perawat wajib memasang papan nama praktik keperawatan”. Adapun petunjuk teknik dan pelaksanaan pembuatan papan nama praktik sebagai berikut;
•Bertuliskan “Praktik Perawat”
•Ukuran 80cm x 60cm
•Dituliskan nama yang berpraktek dan gelar
•Nomor ijin praktek (SIPP)
•Memasang logo PPNI

Hal yang palig krusial dalam pengaturan penyelenggaraan praktik mandiri perawat ada pada bab III tentang penyelenggaraan praktik. Berikut saya kutip dari aslinya terkait dengan penyelenggaraan pratik perawat pada Bab III pasal 8;

“(1) Praktik keperawatan dilaksanakan pada fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama, tingkat kedua dan tingkat ketiga
(2) Praktik keperawatan sebagaimana dimaksud pada ayat (10 ditujukan kepada individu, keluarga, kelompok dan masyarakat
(3) Praktik keperawatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan melalui kegiatan
a. pelaksanaan asuhan keperawatan
b. pelaksaanaan upaya promotif, preventif, pemulihan dan pemberdayaan masyarakat, dan;
c. pelaksanaan tindakan keperawatan komplementer
(4) Asuhan keperawatan sebagaimana yang dimaksud pada ayat (3) huruf a meliputi pengkajian, penetapan diagnose keperawatan, perencanaan, implementasi dan evaluasi keperawatan
(5) Implementasi keperawatan sebagaimana maksud ayat (4) meliputi penerapan perencanaan dan pelaksanaan tindakan keperawatan
(6) Tindakan keperawatan sebagaimana maksud pada ayat (5) meliputi pelaksanaan prosedur keperawatan, observasi keperawatan, pendidikan dan konseling kesehatan
(7) Perawat dalam menjalankan asuhan keperawatan sebagaimana dimaksud pada ayat (4) dapat memberikan obat bebas dan atau obat bebas terbatas”.

Sesuai dengan ketentuan yang berlaku pada pasal tersebut, perawatan luka yang kami lakukan adalah salah satu prosedur keperawatan atau intervensi keperawatan mandiri yang dapat dilakukan oleh perawat. Dalam standar spesialis perawatan luka kami diperkenankan memberikan balutan-balutan luka dan dapat digunakan bersama tindakan keperawatan komplemeter (penggunaan herbal ataupun terapi yang terkait untuk membantu dalam proses kesembuhan pasien). Setiap tindakan yang dilakukan sudah tentu harus diperdalam mengikuti pelatihan khusus yang diakui oleh Departemen Kesehatan RI khususnya sehingga  sertifikat kompetensi yang dimiliki diakui negara.

Pada Bab III pasal 9 mengingatkan kita sebagai perawat untuk tetap melakukan praktik sesui dengan kewenangan yang kita miliki. Seperti yang disampaikan sebelumnya, menjalankan praktik sesuai kompetensi yang kita miliki. Dalam situasi kegawatdaruratan maka perawat dapat melakukan tindakan diluar kewenangannya yang diatur dalam pasal 10 dengan mempertimbangkan kompetensi, tingkat kedaruratan dan kemungkinan untuk dirujuk. Hak dan Kewajiban perawat juga diatur dalam Permenkes No. 148 tahun 2010, sebagai berikut;

“Pasal 11; dalam melaksanakan praktik, perawat mempunyai hak
a.Memperoleh perlindungan hukum dalam melaksanakan praktik keperawatan sesuai standar
b.Memperoleh informasi yang lengkap dan jujur dari klien dan atau keluarganya
c.Melaksanakan tugas sesuai dengan kompetensi
d.Menerima imbalan jasa profesi dan
e.Memperoleh jaminan perlindungan terhadap risiko kerja yang berkaitan dengan tugas
Pasal 12; dalam melaksanakan praktik, perawat wajib untuk;
a.Menghormati hak pasien
b.Melakukan rujukan
c.Menyimpan rahasia dengan peraturan perundang-undangan
d.Memberikan informasi tentang masalah kesehatan pasien/klien dan pelayanan yang dibutuhkan
e.Meminta persetujuan tindakan keperawatan yang akan dilakukan
f.Melakukan pencatatan asuhan keperawatan secara sistematik dan mematuhi standar”.

Berdasarkan pasal yang diuraikan diatas menjadi dasar kita dalam menjalankan praktik mandiri perawat yang semuanya bertujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Pada pasal 12 ayat (3) menyebutkan bahwa “Perawat dalam menjalankan praktik wajib membantu program pemerintah dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat”. Walaupun sudah dikeluarkan Permenkes no. 148 tahun 2010 tentang izin dan penyelenggaraan praktik perawat, Undang-undang keperawatan tetap diperlukan untuk memberikan kepastian perlindungan hukum bagi perawat yang menjalankan praktik keperawatan. Semoga undang-undang tersebut bisa memberikan gambaran yang lebih baik dan memberikan perlindungan hukum bagi perawat.

Demikian uraian tentang landasan kami menjalankan praktik mandiri perawat yang selaian berlandasakan filosofi kebudayaan dimana kami berada juga tetap berdasarkan landasan hukum Permenkes No. 148 tahun 2010. Selain bekerjasama dengan rekan-rekan perawat yang menjalankan praktik mandiri perawat di seluruh Indonesia, kami juga rutin mengadakan diskusi dan berbagai bersama dengan beberapa rekan-rekan perawat, fisioterapi dan dokter dari Australia yang telah bekerjasama dengan kami dalam memberikan donasi bagi pasien-pasien yang membutuhkan bantuan khususnya dalam perawatan luka, stoma dan inkontinensia. Kembali lagi semuanya hanya untuk dapat membantu memenuhi kebutuhan masyarakat akan kesehatan dan meningkatkan derajat kesehatan masyrakat. Tidak ada lagi kata-kata untuk saling menjatuhkan dan saling menyalahkan dalam hal ini, sebagai profesi kesehatan sebaiknya kita saling bahu membahu dalam membantu meningkatan derajat kesehatan masyarakat. Semoga generasi penerus perawat berikutnya memiliki kemampuan lebih baik dalam meningkatkan profesi keperawatan ini. Tidak hanya berbicara atau berkata-kata tapi kami hanya lakukan yang terbaik untuk itu dan kami perawat Indonesia siap merawat Indonesia.

Hidup dalam keharmonisan akan lebih baik dan semoga bermanfaat

Salam Perawat Indonesia
HIDUP PERAWAT INDONESIA
Januari, 2013

Untuk download Permenkes No. 148 tahun 2010 dalam klik link berikut dari PPNI: http://downloads.ziddu.com/downloadfile/19915875/PMKTTGIzinDanPenyelenggaraanPraktikPerawat.pdf.html
Untuk mengetahui kode etik keperawatan Indonesia, standar praktek, standar kompetensi dan lainnya dapat klik link berikut: http://www.inna-ppni.or.id/innappni/mntop-kode-etik.html


Merayakan Hari Ulang Tahun Dhalia Care Ke-2 dengan Berbagi Kasih ke Panti Asuhan

Celebration Dhalia Care Birthday 2nd with Share Compassion to Orphanage

“Seperti yang dianjurkan oleh para pujangga, wali, nabi, mesias, Budha dan Avatar-Bekerjalah bukan untuk mengisi perutmu sendiri atau membiayai kuliah anakmu sendiri… Bekerjalah untuk berbagi dengan mereka yang kurang beruntung”. Anand Krishna (2012) dalam buku Cinta yang Mencerahkan

       “We care with love and spirituality” itu adalah motto terbaru kita di tahun ketiga ini dan sesuai pesan diatas kita ada untuk bisa berbagi kasih kepada sesama. Waktu tidak terasa berjalan begitu cepat dan kami telah memberikan pelayan kami selama 2 tahun kepada masyarakat bali dalam membantu menangani masalah luka akut dan kornis yang dihadapi. Tidak banyak tenaga kesehatan yang menyukai dalam area ini. “Kok Anda bisa tahan dengan Bau luka seperti ini, tidak jijik? Apakah bisa yakin bisa sembuh? Seharusnya ini  dipotong saja satu kaki..” Inilah beberapa pertanyaan dan komentar dari pasien itu sendiri dan public, tapi kami menjawabnya “ Ya kami yakin dengan dukungan dan semangat dari pasien beserta keluarga maka kami akan melayani sepenuh hati dengan kasih untuk bisa merawatnya, karena kami cinta dan menyukai perawatan ini maka kami tidak pernah ada rasa jijik pada luka ataupun individu yang menderitanya. Kami bekerja dengan tim, selama ini banyak rekan-rekan perawat baik itu praktisi ataupun mahasiswa keperawatan dan beberapa kolega dokter, gizi dan fisioterapi telah banyak mendukung kami.

       Selama dua tahun ini berlangsung sudah tentu semua ini berkat dari kerjasama dan solidaritas tim kami Dhalia Care. Harapan kami di tahun ketiga ini kami ingin mengembangkan menjadi yayasan dharma mulia care dan bekerjasama dengan beberapa rekan-rekan perawat baik dalam dan luar negeri untuk bisa membangun dan mengembangkan klinik perawatan luka, stoma dan inkontinensia. Pada awal bula agustus ini kami telah membuka pelayanan perawatan stoma dan inkontinensia. Kami tidak akan berarti tanpa dukungan semua pihak dan kami ada bukan untuk bersaing dengan siapapun tapi kami ingin mengajak semua pihak terutama tenaga kesehatan untuk bisa bertanggung jawab dan bersama-sama mempromosikan “STOP AMPUTASI”. Kita mulai dari hal kecil yang sering kita remehkan adalah perawatan luka.

Gambar 1. Tim dharma mulia care beserta keluarga

      Ulang tahun kami ke-2 ini dirayakan kembali di salah satu panti asuhan di Bali yang kami sering sebut sebagai bakti sosial. Saat ini kami mengadakan bakti sosial yang ke-4 dan kami memilih panti asuhan yang sedikit jauh dari kota denpasar dan yang benar-benar membutuh. Kami tertarik dengan salah satu panti asuhan di kabupaten buleleng bernama Panti Asuhan Narayan Sewa yang terletak di Desa Kerobokan Buleleng. Kami sangat berkesan dari panti asuhan ini karena sangat berbeda dengan panti asuhan yang kami kunjungi sebelumnya. Keunikan dari panti asuhan ini yang membuat kami terkesan adalah semua anak-anak panti asuhan vegetarian dan sungguh mengagetkan ketika itu smua anak-nak panti menyambut kami dengan bahasa inggris. Kami hanya bisa mengatakan wow… sungguh perjuangan yang begitu berat dan begitu mengagumkan.

Gambar 2. Keceriaan anak-anak panti asuhan

Gambar 3. Keberanian anak-anak panti asuhan, mereka berbagi kasih juga bersama kita, bernyanyi bersama dalam keceriaan

Gambar 4. Meditasi bersama atau Doa bersama bagi kita sambil menyanyikan nyanyian suci yang membuat seluruh tim dhalia care kagum dan terpesona dengan perjuangan kehidupan mereka dimana kita harus bersyukur disaat ini.

Gambar 5. Indahnya berbagi bersama dengan sesama. Makan bersama anak-anak panti asuhan dengan penuh kasih

Gambar 6. Senyum manis dan tulus anak-anak panti asuhan.

Gambar 7. Tim Dhalia Care beserta mahasiswa dan donatur makan bersama

       Kegiatan yang kami berikan di panti asuhan adalah mengajarkan bagaimana menanamkan cara mencuci tangan yang benar sejak kecil. Kami selalu memberikan pendidikan kesehatan tentang mencuci tangan yang benar disetiap kali kami mengadakan bakti sosial, karena kami yakin dengan memberikan cara mencuci tangan yang benar maka anak-anak generasi penerus bangsa akan menjadi sehat dan mengurangi angka kejadian sakit. Kami tidak hanya memberikan sumbangan sukarela tetapi kami memberikan penanaman perilaku hidup sehat sejak dini. Kami telah menggalang penjualan baju Dhalia Care selama beberapa minggu agar masyrakat juga ikut berperan serta dalam kegiatan kami ini. Tidak hanya dahlia care yang berperan besar dalam kegiatan ini tetapi ada donator tetap kami yang selalu mendukung acara ini dan juga mahasiswa-mahasiswa keperawatan yang selalu bersemangat untuk mensukseskan acara kami. Puji syukur selalu kami panjatkan kehadirat TUHAN karena semua acara kami berjalan lancar dan kami sangat bisa bahagia dapat berbagi bersama anak-anak yatim. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang tidak dapat kami sebutkan satu persatu yang telah mendukung kami selama ini. Semoga di tahun ketiga ini kami bisa menjadi lebih baik lagi dan membantu masyarakat yang membutuhkan. Bagi rekan-rekan dan sodara-sodara yang memiliki keluarga ataupun teman yang mempunyai luka, dari saat ini jangan diremehkan, mulailah untuk memberikan perawatan yang benar dan silahkan kunjungi kami DHALIA CARE.

Gambar 8. Tim Dhalia Care dan Anak – Anak Panti membawa sumbangan

Gambar 9. Penyerahan sumbangan ke panti asuhan

Gambar 10. Penyerahan dana sumbangan dari hasil penjualan baju Dhalia care dan sumbangan dari berbagai pihak (Mahasiswa, Masyarakat, Pasien dan lainnya) serta donatur oleh koordinator klinik Ni Md Wina Runita P., AMK, CWCCA.

Gambar 11. Rekan-rekan mahasiswa yang mendukung kegiatan Dhalia Care membantu anak-anak panti belajar cuci tangan yang benar

Gambar 12. Semua anak-anak panti asuhan antuasias mengikuti kegiatan mencuci tangan yang benar dari Dhalia Care

Gambar 13. Kebersamaan berbagi kasih dengan menanamkan budaya mencuci tangan yang benar untuk generasi penerus bangsa yang sehat dan berkualitas

Gambar 14. Tim Dhalia Care dan Mahasiswa bersama hasil sumbangan yang telah dikumpulkan. Terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dan sumbangsihnya pada kegiatan kami.

Gambar 15. Foto bersama anak-anak panti asuhan dan tim Dhalia Care. Indahnya dalam kebersamaan dan berbagi kasih dengan sesama.

Sampai jumpa di kegiatan Dharma Mulia Care berikutnya. Jika Anda ingin bergabung kunjungi kami di http://www.facebook.com/dharma.m.care

“Always put yourself in other’s shoes. If you feel it hurt you, It probably hurt the other person too, be compassionate”


DHARMA MULIA CARE

BERBAGI PENGALAMAN WOUND CARE DAN STOMA CARE DENGAN DEIDRE WIDALL DAN DHARMA MULIA CARE

“Share Experience about Wound and Stoma Care with Deidre Widall and Dharma Mulia Care”

Minggu, 14 Oktober 2012

Setahun sudah kunjungan Nurses for Nurses Network Australia (NFN) telah berlalu akan tetapi kerjasama kami terhadap salah satu perkumpulan perawat di Australia ini tetap berlanjut. Kunjungan NFN diketua oleh Cheryl Dezotti dan rekannya Sue setahun yang lalu bersama perawat-perawat seluruh Australia. Pada tanggal 16-20 September 2012 ini, kami kembali mendapat kesempatan kunjungan dari salah satu anggota NFN Australia bernama Deidre Widdall yang bekerja di Darwin Hospital, Australia. Kesempatan besar ini kami gunakan untuk berbagi pengalaman bersama tentang perawatan luka dan perawatan stoma. Berbagi pengalaman tidak hanya kami fokuskan untuk tim Dharma Mulia Care (Dhalia Care) tetapi kami berikan juga kesempatan pada mahasiswa diploma dan universitas yang ada di Bali.

Gambar 1. Penanggung jawab Dhalia Care Ns, I Made Sukma Wijaya, S.Kep,WOC(ET)N bersama Ketua Nurses for Nurses Network Cheryl Dezotti pada kunjungan bulan Oktober 2011.

Deidre atau “De” panggilan akrabnya telah banyak memberikan edukasi pada seluruh tim dahlia begitu juga sebaliknya kami memberikan pengalaman kami dalam perawatan luka di Bali dengan konsep budaya dan spiritualnya. Selain berbagi pengalaman, De juga membawa bantuan dari Australia berupa produk balutan luka dan kantong stoma. Bantuan ini kami langsung berikan pada pasien-pasien kami untuk dapat mengurangi biaya perawatan yang dijalani mereka. Ada juga produk balutan luka baru yang dibawa De ke kami dan kami langsung diberikan pelatihan singkat bagaimana penggunaan produk tersebut ke pasien. Walaupun ini bukan produk baru yang dalam arti baru terbit, tetapi ini baru bagi kami di Bali khususnya yang jarang menggunakan produk ini. Kami menerapkan penggunaan Silver Dressing pada salah satu pasien kami dan kami mengevaluasi pada hari ke-3 yang memberikan hasil sangat baik pada proses penyembuhan luka.

Gambar 2. Penerapan Silver Dressing

Perawatan luka memang sangat menarik kita bahas bersama. Selama 5 hari kami berdiskusi tentang penanganan pasien dengan kasus kompleks dan bagaimana meningkatkan pengetahuan serta skill kita dalam perawatan luka. De memberikan kami konsep yang dia rumuskan sendiri tentang ilmu perawatan luka, yaitu “FIVE FUNDAMENTAL IN WOUND CARE”. De menyampaikan ada 5 (lima) dasar dalam perawatan luka, yaitu (Widdal, 2012);

1. Its not just about the wound

Perawatan luka tidak hanya berfokus pada luka saja, tapi keseluruhan dari individu tersebut. Dalam perawatan luka kita sebagai perawat luka perlu melihat berbagai aspek dari individu yang kita rawat yaitu bio-psiko-sosio-kultural, karena semua aspek tersebut akan mempengaruhi proses kesembuhan luka. Dalam hal ini jika perawatan luka baik, tapi psikologis dan gizi pasien tidak kita kaji dan diberikan intervensi maka hasilnya proses penyembuhan luka akan lambat dan akan memperburuk kondisi luka. Maka dari itu diperlukan perawatan secara holistik.

2.  Assessment, assessment, assessment

Seluruh aspek kebutuhan individu yang dikaji terlebih dahulu kemudian baru akan dikaji lukanya. Pengkajian luka meliputi; tipe luka, riwayat luka, tahap penyembuhan luka, adanya infeksi, status vascular, dimensi luka, tipe jaringan, lokasi, kedalaman, pinggiran luka, eksudat dan lainnya.

3. What is the goal?

Pada umumya tujuan perawatan luka adalah mendukung proses penyembuhan luka dan mencegah infeksi. Tujuan perawatan luka dapat disusun berdasarkan pengkajian yang telah kita lakukan. Untuk mencapai tujuan kita gunakan manajemen “TIME”

4. Know your products

Pengenalan berbagai jenis produk balutan luka sangatlah penting diketahui perawat. Jika tidak mengetahui bagaimana aplikasinya ke luka maka proses penyembuhan luka tidak akan dicapai bahkan luka akan semakin memburuk. Hal ini memerlukan banyak pengalaman perawat untuk dapat mengenal produk luka. De membagi produk luka menjadi; balutan konvensional (passive dressing), balutan modern (interactive dressing), dan anitimikrobial.

5. Documentation

Dokumentasi keperawatan menjadi salah satu yang pentimg dilakukan perawat untuk menunjukkan eksistensi perawat professional. Perawat di beberapa rumah sakit sering mengacuhkan dokumentasi perawatan luka, misalnya di catatan perawatan hanya dituliskan luka positif di tangan kanan, bau dan ada infeksi. Jika hal itu dibaca oleh tenaga kesehatan lainnya maka hal itu tidak akan menunjukkan profesional kita sebagai perawat. Untuk itulah kita perlu melakukan pengkajian dan dokumentasi luka dengan benar seperti; luka diabetic pada kaki kanan, luas luka, tipe luka, stadium luka, prosentasi tipe jaringan, jumlah dan tipe eksudat, adanya infeksi, keadaan pinggiran luka. Kemudian dicantumkan diagnose keperawatan kita, perencanaan yang akan kita lakukan dan evaluasinya.

Ilmu keperawatan akan terus berkembang termasuk ilmu keperawatan luka. Konsep dasar dalam perawatan luka tersebut menjadi pengembangan ilmu perawatan luka. Selain perawatan luka, De juga berbagi ilmu tentang perawatan stoma. Kami memberi kesempatan pada salah satu pasien stoma kami untuk datang ke kami dan berdiskusi dengan De. Banyak hal telah diajarkan ke pasien dan juga tim kami dahlia care mengenai pentingnya konseling pada pasien stoma. Pelayanan perawatan stoma baru kami buka beberapa bulan lalu dan kami terus berusaha memberikan informasi bagi pasien stoma di daerah Bali dapat mengambil kantong stoma gratis ke kami. Ilmu perawatan luka dan stoma ini juga kami bagi bersama rekan-rekan CWCCA (Certified Wound Care Cilinician Associate) yang berkesempatan hadir ke klinik kami dan juga mahasiswa di Bali.

Gambar 3. Berbagi ilmu tentang perawatan luka

Gambar 4. Tim dhalia care bersama pasien, deidre, dan anggota CWCCA Bali Angkatan 1

Kami sangat bersyukur akan kerjasama yang telah terjalin bersama NFN Network begitu juga secara pribadi dengan De. Semoga ilmu yang kami dapatkan dapat kami gunakan untuk bisa membantu pasien dan masyarakat Bali serta memajukan KEPERAWATAN menjadi lebih PROFESIONAL. Kami akan terus berbagi pengalaman dan ilmu untuk semua kalangan yang membutuhkan baik dari mahasiswa keperawatan atau kesehatan lainnya, tenaga pendidik dan praktisi kesehatan (perawat ataupu  tim kesehatan lainnya di rumah sakit). Untuk informasi lebih lanjut tentang perawatan luka, stoma dan inkontinensia, silahkan hubungi dan kunjungi kami DHALIA CARE.

Gambar 5. Diskusi bersama mahasiswa tentang keperawatan di Australia dan nursing enterpreneurship

Gambar 6. Berbagi ilmu perawatan stoma bersama tim Dhalia Care, Deidre dan mahasiswa

Gambar 7. Foto bersama tim Dhalia Care, Deidre dan Mahasiswa

Gambar 8. Foto bersama Tim Dhalia dan Deidre

Oleh Dhalia Care

Jl. Gunung Agung No. 166, Denpasar-Bali

Telp. (0361) 3657778

 

Untuk mengetahui tentang NFN silahkan klik link berikut: http://www.nursesfornurses.com.au/splash.aspx


“Happy Birthday Dharma Mulia Care, Wish you get all the best”

ULANG TAHUN DHARMA MULIA CARE: KONSEP PERAWATAN YANG KAMI BERIKAN CARE DAN SPIRITUALITY

Oleh Ns. I Made Sukma Wijaya, S.Kep, WOC(ET)N dan tim Dhalia Care

Rabu, 10 Oktober 2012

Pada tanggal 13 September 2012, DHARMA MULIA CARE atau lebih familiar disebut DHALIA CARE telah menginjak usia 2 tahun. Tahun kedua ini begitu banyak telah terjadi dan begitu banyak perubahan-perubahan yang kami lakukan. Usia 2 tahun diibaratkan usia anak-anak yang masih berusaha berjalan dari merangkak dan berusaha berdiri tegak tanpa bantuan. Itulah yang kami hadapi di tahun kedua ini, kami berusaha memberikan pelayanan keperawatan yang terbaik dan professional yang lebih mengutamakan kepuasan pasien dan keluarga yang kami rawat.

Kami berusaha untuk mengubah beberapa hal yang kami yakini akan meningkatkan pelayanan keperawatan kami lebih  baik dan professional. Ketika Anda masuk ke ruang perawatan Dhalia Care, Anda akan merasakan suasana spa yang sejuk dengan aromatic terapi dan view bunga minimalis yang kami tampilkan di pojok ruangan kami yang akan membuat Anda tidak akan cemas dan bisa melupakan sesaat apa yang Anda hadapi saat ini. Kami berusaha memberikan sapaan dan senyuman begitu juga perawatan terbaik kami sehingga ketika Anda membuka pintu kami akan menyambut Anda selayaknya Anda berada di rumah Anda sendiri. Walaupun tempat kami terbatas; terbatas ruangan, peralatan dan bahan-bahan pembalutan luka tapi kami berusaha melakukan perawatan semaksimal mungkin dengan berbagai pertimbangan termasuk cost efektif yang pasti Anda sebagai Pasien akan lebih mengutamakan itu. Kami mengerti akan hal itu, maka dari itu kami berusaha mencari sponsorship ataupun dana dari berbagai pihak agar dapat memberikan bantuan berupa pemberian obat gratis dan perawatan gratis.

Usaha kami akhirnya berhasil untuk mencari sponsorship dan juga bantuan dana. Banyak pihak yang mulai bekerjasama dengan kami pada tahun kedua ini, beberapa minggu yang lalu kami kedatangan rekan perawat spesialis stoma dengan memberikan bantuan kantong stoma dan beberapa produk balutan modern. Hal ini juga mendukung pelayanan perawatan yang kami berikan karena mulai bulan Agustus 2012 kami membuka pelayanan baru yaitu; perawatan stoma dan inkontinensia. Begitu juga dari produsen produk balutan modern juga memebrikan beberapa bantuan untuk bisa memberikan bantuan bagi pasien yang membutuhkan

Banyak harapan yang kami ingin capai, salah satunya adalah memajukan kesehatan masyarakat khususnya perawatan luka, stoma dan inkontinensia. Pada tahun kedua ini kami berusaha memberikan pendidikan dan edukasi pada pasien dan keluarga untuk bersama-sama menyuarakan slogan “STOP AMPUTASI” bekerjasama dengan berbagai pihak kami berusaha mempromosikan visi dan misi kita untuk bisa meningkatkan pemahaman masyarakat untuk tidak meremehkan luka kecil. Amputasi akan terjadi jika kita meremehkan luka kecil dan mengesampingkan perawatan luka kecil tersebut.

Berdasarkan pelayanan yang kita berikan dan visi misi yang kami miliki maka pada tahun kedua ini kami mengeluarkan motto terbaru kami “WE CARE WITH LOVE AND SPIRITUALITY”. Kami memberikan pelayanan keperawatan dengan penuh kasih sayang yang mencakup bio-psiko-sosio-kultural secara komprehensif dan holistic. Semua kami lakukan karena kami yakin semua itu saling berkaitan satu sama lain. Semoga di tahun kedua dan berikutnya kami dapat memberikan bantuan dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, membantu pasien yang tidak mampu, memberikan pelayanan keperawatan prima, terbaik dan professional. Selain itu kami juga senang berbagi kasih dengan anak-anak panti sehingga kami memasukkannya dalam program kerja kami untuk berbagi kasih ke panti asuhan dua kali dalam setahun. Motto terbaru kami dapat dilihat pada gambar dibawah berikut;

Keterangan

  • Tangan berpangku mengartikan pelayanan yang kami berikan pelayanan tim yang komprehensif dan holistic baik bio-psiko-sosio-spiritual serta saling bekerjasama antara pasien, keluarga, perawat dan tim kesehatan yang lainnya.
  • Lilin dengan cahaya api mengartikan kami akan berusaha melakukan yang terbaik untuk mencapai kesembuhan pasien kami dan harapan itu pasti ada sehingga kami akan memberikan semangat dan spirit untuk bisa membantu kesembuhan pasien secara psikologis-spiritual. Harapan yang ingin kami capai adalah agar pasien memiliki kualitas hidup yang optimal dan STOP AMPUTASI.
  • Hati mengartikan pelayanan yang kami berikan dengan penuh cinta kasih dan caring dari segala aspek serta memberikan kepedulian dengan berbagi bagi yang membutuhkan
Continue reading

Pelatihan CWCCA (Certified Wound Care Clinician Asosiaciate) Pertama di Bali

Ilmu perawatan luka sangat berkembang pesat beberapa dekade ini, ditunjang juga teknologi terbaru dalam pemilihan wound dresssing (balutan luka) yang menyebabkan banyak minat untuk mempelajari tentang perawatan luka, baik itu dari kalangan mahasiswa, praktisi kesehatan di lapangan dan juga kalangan dosen. Dalam kehidupan sehari-hari, kita tidak akan luput dengan adanya luka, sudah pasti setiap manusia didunia ini pernah mengalami luka baik itu hanya luka kecil sampai adanya luka besar. Untuk itu, Dharma Mulia Care (Dhalia Care) memberikan program pelayanan khusus dalam perawatan luka dengan konsultan terbaik spesialis dalam perawatan luka dan juga memberikan pelatihan tentang perawatan luka bagi semua kalangan.

Dhalia Care telah menyelenggarakan pelatihan perawatan luka yang bertaraf nasional padatanggal 9-12 Agustus 2012 yang bekerjasama dengan Wocare Center Bogor dan Akper Kesdam IX/Udayana. Pelatihan yang diselenggarakan merupakan pelatihan kompetensi perawatan luka yang disebut sebagai Certified Wound Care Clinician Asociate (CWCCA). Pelatihan ini baru pertama kali diadakan di Bali dan diselenggarakan di Akper Kesdam IX/Udayana. Walaupun pertama kali di Bali, banyak kalangan yang berantusias mengikutinya seperti dari kalangan mahasiswa, praktisi kesehatan dan dosen. Peserta mendapatkan fasilitas sertifikat kompetensi dari Depkes RI dan mendapat gelar CWCCA dibelakang nama, sertifikat Akreditasi PPNI, modul pelatihan, praktek langsung ke pasien dan paket box perawatan luka.

Penyelenggaraan pelatihan CWCCA mengambil tema “BE PROFESIONAL NURSING WITH THE BEST SKILL IN WOUND CARE“. Setelah mengikuti pelatihan ini, diharapkan peserta mampu mengaplikasikan secara langsung di lapangan untuk membantu meningkatkan derajat kesehatan pasien yang mengalami luka sehingga akan meringankan biaya dan menghemat waktu perawat. Konsep yang dilakukan dalam perawatan luka saat ini adalah dengan metode”MOIST” atau menciptakan lingkungan lembab sehingga perawatan luka tidak dilakukan setiap hari, cukup 2 atau 3 hari sekali dengan balutan tertutup yang tepat sesuai jenis luka maka proses penyembuhan akan berlangsung cepat.

Selama 4 (empat) hari peserta mengikuti perkuliahan dan praktek langsung ke pasien, banyak peserta yang merasakan manfaat yang besar dalam peran serta perawatan dalam perawatan luka. Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta juga dapat membangun praktik mandiri perawat ataupun berkelompok sehingga akan menunjang meningkatkan profesionalisme perawat dalam kompetensinya. Semoga pelatihan ini akan terus kami laksanakan berkesinambungan setiap tahunnya untuk menciptakan tenaga perawat yang profesional dan membantu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Bagi rekan-rekan sejawat yang tertarik atau ingin mengetahui informasi tentang pelatihan perawatan luka, silahkan hubungi kami Dhalia Care.

by Ns. I Made Sukma Wijaya, S.Kep, WOC(ET)N

Dharma Mulia Care

23 Agustus 2012


TESIS : Study Kelayakan Pembangunan Klinik Perawatan Luka di Denpasar

ABSTRAK

”Studi Kelayakan Pembangunan Klinik Perawatan Luka Di Denpasar”

Perkembangan perawatan luka berkembang dengan sangat pesat di dunia kesehatan. Metode perawatan luka yang berkembang saat ini adalah perawatan  luka dengan menggunakan prinsip moisture balance ini dikenal sebagai metode modern dressing dan memakai alat ganti balut yang lebih modern dan obat khusus penyembuhan luka. Metode tersebut belum begitu familiar bagi perawat di Indonesia, khususnya perawat di Rumah Sakit Umum di Denpasar. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui layak tidaknya investasi Pembangunan Klinik Perawatan Luka di Denpasar ditinjau dari aspek pemasaran dan keuangan.

Teknik analisis aspek pasar dan pemasaran yakni memprediksi penggunaan  layanan klinik rawat luka menggunakan Linear Regression Analysis – curve estimation, sedangkan tehnik analisis keuangan menggunakan metode Payback Period, Net Present Value, Internal Rate of Return, dan Analisis Sensitifitas

Hasil penelitian  aspek pasar dan pemasaran yaitu prediksi pengguna Klinik Rawat Luka di Denpasar cenderung mengalami peningkatan dari tahun ke tahun dalam kurun waktu prediksi selama sepuluh tahun,  dan apabila dibandingkan dengan kapasitas layanan rawat luka dari klinik yang akan dibangun menunjukkan bahwa ada potensi pasar & pemasaran dari rencana pembangunan klinik ini. Hasil pengukuran aspek keuangan menunjukkan bahwa Payback Period lebih rendah dari umur proyek yaitu  5 tahun, 1 bulan, 13 hari ; Net Present Value positif yaitu Rp. 242.166.080 ; Internal Rate of Return lebih besar dari Coc yaitu 16,53% dan dari hasil analisis sensitivitas juga memperoleh hasil yang layak yaitu pada kondisi pesimis, Payback Period lebih rendah dari umur proyek yaitu  5 tahun, 5 bulan, 27 hari ; Net Present Value positif yaitu Rp. 173.963.890; Internal Rate of Return lebih besar dari Coc yaitu 15,02%, pada kondisi optimis menunjukan bahwa Payback Period lebih rendah dari umur proyek yaitu  4 tahun, 2 bulan, 3 hari ; Net Present Value positif yaitu Rp. 456.447.770; Internal Rate of Return lebih besar dari Coc yaitu 24,43%.

Setelah mengetahui hasil analisis kelayakan yang dilakukan terhadap investasi dari klinik rawat luka di Denpasar dapat disimpulkan bahwa dari aspek pasar dan pemasaran serta aspek keuangan pembangunan klinik perawatan luka di denpasar layak untuk dilakukan

 Kata Kunci : Studi Kelayakan, Klinik Perawatan Luka

  ABSTRACT
“Feasibility Study on Development of Wound Care Clinic in Denpasar”

The development of wound care expands so rapidly in the world of health today. The methods of wound care that developing today is the treatment of wounds using a moisture balance principle is known as modern dressing methods and using more modern bandage and specific treatment of wound medicine. The method is not so familiar to nurses in Indonesia, particularly the nurses at the General Hospital in Denpasar. The purpose of this study was to determine appropriateness of Wound Care Clinic Development investment in Denpasar in terms of market and marketing aspects and financial aspects.

Analysis techniques aspects of the market and marketing predictions that the use of wound care clinic services using Linear Regression Analysis – estimation curve, while the techniques of financial analysis using the Payback Period, Net Present Value, Internal Rate of Return and Sensitivity Analysis.

The results of analysis market and marketing aspects, the predictions of Ambulatory Wound Clinic users in general the number of injuries clinic service users has a tendency to increase from year to year within ten-year predictions, and when compared to the capacity of the wound care clinic services will be develoved showing that there is market potential and marketing on this clinical development plan. Financial aspects of the measurement results show that the Payback Period lower than the project life is 5 years,1 months, 13 days ; Net Present Value is positive Rp. 242.166.080;  Internal Rate of Return larger than Coc is 16,53 %  and the result of sensitivity analysis also gain feasible result that showing on pessimist condition Payback Period lower than the project life is 5 years, 3 months, 27 days ; Net Present Value is positive Rp. 173.963.890; Internal Rate of Return larger than Coc is 15,02 %, and optimist condition showing that Payback Period lower than the project life is 4 years, 2 months, 3 days ; Net Present Value is positive Rp. 456.447.770; Internal Rate of Return larger than Coc is 24,43 %.

After knowing the results of the feasibility analysis conducted on the investment of wound care clinic in Denpasar, could be concluded that analysis of market and marketing aspects and analysis financial aspects of wound care clinic development in Denpasar is feasible to be conducted.

 Key words : Feasibility Study, Wound Care Clinic


Bhakti Sosial ke Panti Asuhan/ Social Activity to Orpahanage

Dalam rangka menyambut hari Raya Nyepi Saka 1934, Dharma Mulia Care (Dhalia Care) akan mengadakan kegiatan BAKTI SOSIAL. Bagi yang ingin memberikan sumbangan sukarela berupa pakaian bekas layak pakai, buku bacaan, mainan, dan dana sukarela ke salah satu panti asuhan di daerah Bali, silakan wall di Dharma Mulia Care atau hubungi TIM Dharma Mulia Care. Paling lambat sebelum tanggal 11 Maret 2012, bagi yang ingin ikut berpartisipasi langsung mengunjungi panti asuhan silahkan daftar ke kami jl. gunung agung No.166 Denpasar tlp (0361) 3657778.
Terima Kasih atas perhatian dan partisipasinya

(english version ) In order to welcome/celebrate the day of Nyepi Saka 1934, Dharma Mulia Care (Dhalia Care) will hold a social activity. For those who want to give voluntary donations of used clothing worth taking, reading books, toys, and a voluntary fund to an orphanage in Bali, please wall in Dharma Mulia Dharma TEAM Care or contact Us. At the latest before the date of March 11, 2012, for those who want to participate go directly to the orphanage please register to our list of jl. Gunung Agung Denpasar No.166 Office Phone number (0361) 3657778.
thank you for your attention and participation